Daftar 5 Pesepakbola yang Lebih Baik Bermain untuk Negara

0
Sergio Romero

Daftar 5 Pesepakbola yang Lebih Baik Bermain untuk Negara Daripada Klub

Daftar 5 Pesepakbola yang Lebih Baik Bermain untuk Negara Daripada Klub – Ada sejumlah pesepakbola LIGALGO, baik dulu maupun sekarang yang kesulitan untuk meniru performa internasional mereka. Ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Beberapa lebih cocok untuk sepak bola internasional dan beradaptasi lebih baik dalam lingkungan tersebut. 

Dengan frekuensi pertandingan internasional yang lebih jarang, namun juga bergantung pada format gaya turnamen dibandingkan musim yang berlarut-larut, sulit bagi pelatih untuk menerapkan berbagai gaya sepak bola yang berbeda. 

Berikut adalah daftar nama-nama pemain yang lebih bagus saat bermain membela negaranya daripada klubnya.

Sergio Romero (Argentina)

Sebelum bertugas sebagai pemain nomor dua di Manchester United di belakang David de Gea, sorotan sepakbola klub Sergio Romero tidak terlalu istimewa. Ia sempat berpindah dari AZ Alkmaar ke Sampdoria tanpa banyak berarti, namun ia selalu menjadi penjaga gawang Argentina, di mana ia tiba-tiba terlihat berkelas dunia bahkan mendapatkan Man of the Match di semifinal Piala Dunia 2014.

Saat ini Romero mencatatkan 96 caps tetapi kemungkinan besar tidak akan mencapai angka 100, dengan pemain Aston Villa Emiliano Martinez menjadi pemain utama di gawangnya. Romero sekarang bermain di negara asalnya Argentina untuk Boca Juniors.

Asamoah Gyan (Ghana)

Dikenang oleh sebagian besar penggemar Premier League karena masa kerjanya bersama Sunderland, Asamoah Gyan adalah penyerang sekaliber yang tidak akan dilupakan. Meskipun kariernya untuk Tim Kucing Hitam dibayangi oleh kegagalan penalti di Piala Dunia 2010 setelah handball Luis Suarez, di panggung internasional di mana Gyan secara konsisten terlihat seperti jimat. Setelah mencetak 49 gol dalam 107 pertandingan untuk Ghana dan terutama mencetak dua gol di Piala Dunia 2014, Gyan membuktikan dirinya dalam cerita rakyat negaranya, meskipun pada saat itu sang striker telah mengambil status pekerja harian di level klub, bermain di tim seperti Stade Rennais dan Udinese.

Wout Weghorst (Belanda)

Penggemar di Inggris akan mengingat Wout Weghorst sebagai striker Burnley yang entah bagaimana berhasil dipinjamkan ke Manchester United pada Januari 2023. Waktunya bersama The Red Devil tidak berjalan dengan baik, karena ia hanya mencetak dua gol dalam 31 pertandingan yang merupakan jumlah yang sama. gol yang dia miliki bersama Clarets.

Meski begitu, dia adalah pemain terbaik yang berbeda dalam pertandingan internasional. Sering dipanggil sebagai pemain pengganti super, momen paling berkesan dari striker berbadan besar ini terjadi di Piala Dunia Qatar 2022 saat ia mencetak dua gol dari bangku cadangan.

Xherdan Shaqiri (Swiss)

Xherdan Shaqiri merupakan salah satu pemain yang selalu menarik perhatian. Dengan postur tubuhnya yang kekar dan betisnya yang berotot, kekuatan adalah hal yang selalu terlintas di benaknya setiap kali ia memasuki lapangan sepak bola, terutama dalam hal menendang bola dengan kaki kirinya.

Karier klubnya relatif sukses, memenangkan gelar liga bersama FC Basel, Bayern Munich dan Liverpool, tetapi ia sering kali hanya bermain di Jerman dan Inggris. Namun, dengan tim internasional Swiss, ceritanya berbeda. Hat-trick vs Honduras di Piala Dunia 2014 merupakan pencapaian yang luar biasa, namun ia juga mencetak gol untuk Swiss di Rusia 2018 dan Qatar 2022, serta di Euro 2016 dan Euro 2020.

Breel Embolo (Swiss)

Bintang Swiss lainnya, Breel Embolo tampaknya keluar dari hibernasi tepat pada waktunya untuk setiap turnamen internasional. Pada tahun 2016, ia menduduki peringkat kedua dari 50 pemain muda paling berbakat di dunia, namun cedera menghalanginya untuk tampil konsisten di level klub.

Kiprahnya di Basel, Schalke 04, Borussia Monchengladbach, dan Monaco membuahkan hasil yang beragam, namun ia selalu terlihat lebih percaya diri mengenakan seragam merah negaranya. Setelah mencetak gol LIGALGO dari bangku cadangan pada pertandingan pertama Swiss di Euro 2024, ia kini telah mencetak gol atau memberikan assist untuk negaranya di empat turnamen internasional besar terakhir, sejak Rusia 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *